Monthly Archives: July 2013

Pendidikan Islam pada Anak Hindarkan Eksploitasi

Miris sekali ketika kita mendengar ada anak yang bekerja memenuhi kebutuhan hidup, bekerja untuk keluarga dan menyambung hidupnya. Seperti yang diungkapkan oleh Taopik Rahman, salah satu dosen di UPI Tasikmalaya.
Ia mengaku merasa iba saat berkeliling Kota Tasikmalaya. Ia mendapati anak yang mencari uang dengan mengamen di perempatan jalan seperti Perempatan Jalan Sutisna Senjaya, alun-alun dan tempat yang lain.
“Ini sangat bertentangan amanat dari Konvensi Hak Anak yang menghendaki kebebasan pada anak dan tidak mengeksploitasinya. Apalagi ditambah bahwa negara kita “katanya” menjamin anak terlantar. Justru dalam Islam sangat memperhatikan tentang mendidik anak dari saat dia kecil agar terbentuk pribadi-pribadi yang muslim dan baik,” jelas alumni UPI Tasikmalaya ini.
Disamping itu, aktivis yang biasa dipanggil Opik ini mengungkapkan bahwa anak juga mempunyai hak dalam hal pendidikan. “Anak yang merupakan aset masa depan, seharusnya diberikan pelayanan pendidikan. Meskipun hari ini pendidikan dasar di SD dan SMP sudah bebas biaya, namun kebutuhan yang lain harus dipenuhi seperti membeli seragam sekolah, sepatu, alat tulis dan lain lain.
Bagi masyarakat yang memang benar-benar ekonomi lemah merupakan hambatan yang besar. Jangankan untuk membeli barang seperti disebutkan tadi, untuk makan juga susah. Pemerintah seharusnya ‘membawa’ anak sampai pada tataran masuk sekolah, tak cukup hanya membebaskan biaya operasional sekolah saja,” ungkap mantan ketua BEM UPI Tasikmalaya ini.
Sebagai seorang mukmin, kita diajarkan untuk selalu peduli terhadap sesama terutama anak-anak yang akan menjadi generasi penerus dan aset bagi bangsa dan agama. “Barang siapa yang menjaga kehidupan satu jiwa, maka seakan-akan ia menjaga kehidupan seluruh manusia.” (Al-Maidah: 32)
Maka Opik mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli. “Dibutuhkan kepedulian bersama, karena memang kompleksitas permasalahan dalam dunia anak membutuhkan kepedulian bersama. Pihak pemerintah yang mempunyai kewajiban penuh sesuai dengan amanat Konvensi Hak Anak dalam memproteksi hak-hak anak. Kebijakan pemerintah yang prorakyat senantiasa digulirkan, termasuk untuk melindungi hak anak,” paparnya.
Agama Islam sangat menekankan kewajiban mendidik anak dengan pendidikan yang bersumber dari petunjuk Allah dan rasul-Nya. Maka, Opik menjelaskan kembali bahwa keberadaan semua pihak haruslah mempunyai kepedulian terhadap masa depan bangsa terutama hak-hak anak. “Pihak swasta mempunyai keunggulan terutama dalam hal financial, sehingga adanya kendala ekonomi bisa diatasi dengan mudah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak selanjutnya yang tak kalah penting adalah masyarakat terutama orang tuanya, seperti dijelaskan dalam Alquran, “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (At-Tahriim: 6)
“Terkadang sebagian dari masyarakat terutama yang berada pada tataran ekonomi lemah menganggap kurang pentingnya pendidikan, sehingga dengan sewenang-wenang dapat mengeksploitasi anak. Bahu membahu dari masyarakat tentang arti penting pendidikan merupakan pondasi awal dalam mewujudkan hak anak terutama pendidikan dasar,” tambahnya.
Maka, barangsiapa yang tidak mendidik anaknya dengan pendidikan yang bermanfaat baginya dan membiarkannya tanpa bimbingan, maka sungguh dia telah melakukan keburukan yang besar terhadap anaknya tersebut. (desti)
sumber: http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=21293%3Apendidikan-islam-pada-anak-hindarkan-eksploitasi&catid=100%3Afor-her&Itemid=296